ADAB-ADAB BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN

Oleh: H. Afdhil Fadli Lc. MA 
(Kepala Sekolah SMP TIQ Syech Ahmad Chatib al Minangkabawi)
I.  PENDAHULUAN
بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله الذي نزل الفرقان على عبده ليكون للعالمين نذيرا, والصلاة والسلام على سيدنا محمد الذي أرسله داعيا إلى الله بإذنه وسراجا منيرا, وعلى آله وأصحابه أجمعين, وبعد
          Allah menurunkan Al-Qur’anul karim kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengarahkan manusia menuju jalan kebenaran dan menunjukkan kepada cahaya keimanan. Allah Ta’ala berfirman:
يَاأَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ. يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِوَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ[1] 

Hai ahli Kitab, Sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan
Dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
Al-Qur’an mencakup segala sesuatu yang memberi manfaat manusia, mewujudkan kebahagiaannya dan menyelamatkannya dari kesesatan. Barangsiapa yang membacanya, mentadabburinya, menghapalnya dan mengamalkan tuntutan-tuntutannya maka dia akan mendapatkan kebahagiaan, kemenangan dunia maupun akhirat. Dan barangsiapa yang berpaling daripadanya akan menemui kesengsaraan dalam kehidupan dan mengalami kerugian dunia dan akhirat.
            Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan untuk Ahlil Qur’an dan orang-orang mengamalkannya dengan pahala yang besar,dan Dia akan menambah buat mereka keutamaan dan kemuliaan. Rasulullah bersabda:
من قرأ حرفا من كتاب الله فله حسنة والحسنة بعشر أمثالها[2]
Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah { Al- Qur’an } maka baginya satu kebaikan,dan satu kebaikan itu dilipat gandakan dengan sepuluh pahala.”


Rasulullah juga bersabda:
يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرأ بها[3]   
Dikatakan kepada Ahli Al- Qur’an: Bacalah dan keraskanlah dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia,sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.”
Shahibul Qur’an adalah orang yang selalu membacanya, menghapalnya, mentadabburinya dan mengamalkannya. Orang ini akan menempati manzilah {kedudukan} si sorga sesuai dengan ayat AlQur’an yang dibacanya dan dia perkokoh dengan menghapal dan mengamalkannya.Maka Ahlul Qur’an mereka itulah Ahlu Allah. Rasulullah lebih mengutamakan diantara para shahabatnya yang paling banyak hapalannya,bagus bacaannya untuk menjadi imam dalam shalat, pemimpin dalam pasukan perang, ataupun dalam urusan-urusan kemasyarakatan lainnya.
            Kalau kita meruju’ kepada karangan para ulama tentang masalah Fadhailul Qur’an,sungguh sangat banyak sekali dalil-dali dari Al- Qur’an dan hadits yang menjelaskan keutamaan Al-Qur’an dan para Ahlinya. Oleh karena itu seyogyanya kita memiliki adab-adab sewaktu berinteraksi dengan Al-Qur’an. Dan berusaha juga mengenal dan mempraktekkan beberapa metode atau kaidah-kaidah dalam menghapal Al-Qur’an. Dan mengamalkan kaidah-kaidah tersebut. Dengan demikian mudah-mudahan kita bisa menghapal Al-Qur’an.

II.  Adab-Adab Sewaktu Berinteraksi Dengan Al-Qur’an
Secara global adab sewaktu berinteraksi dengan Al-qur’an dapat kita bagi dua, yaitu adab zhahir dan adab bathin.
DIANTARA ADAB-ADAB ZHAHIR YANG HARUS DIMILIKI ADALAH
1. Bersuci dan Membersihkan Diri
Orang yang membaca Al- Qur’an harus bersih dari hadats besar,tidak boleh bagi orang yang junub untuk membaca Al-Qur’an,namun mereka boleh membacanya dalam hati tanpa melafazkannya. Dan boleh juga mereka membaca bacaan dzikir yang didalamnya ada ayat Al-Qur’an, seperti doa perjalanan yang rerdapat dalam surat az-zuhruf ayat 13:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
"Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi Kami padahal Kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,”
Adapun orang yang berhadats kecil para ulama sepakat boleh bagi mereka  membaca Al-Qur’an tanpa memegang Mushaf,namun disunahkan buat mereka untuk berwuduk. Sedangkan membaca sambil memegang mushaf dalam keadaan keadaan berhadats kecil ulama berbeda pendapat tentang hukumnya. Namun bagi seseorang  yang ingin memuliakan Al- Qur’an tentu dia akan selalu berusaha berada dalam keadaan suci dari hadats kecil sewaktu menyentuh Mushaf. Dia ingin memasukkan Kalamullah yang yang agung kedalam dadanya,maka dia ingin dirinya juga dalam keadaan suci dari hadats kecil maupun besar.
2. Berpakain yang rapi dan memakai wangi-wangian
Majlis Al- Qur’an adalah majlis cucuran rahmat,sakinah dan majlis para malaikat. Ini adalah perkumpulan yang besar dan agung. Sewaktu kita ingin berjumpa dengan atasan atau orang yang kita segani kita berusaha tampil semaksimal mungkin. Kita tidak ingin merusak pertemuan tersebut dengan pakaian kita yang asal-asalan ataupun dengan bau badan yang menyengat. Sewaktu kita membaca Al-qur’an, maka Malaikat akan hadir disekitar kita. Jangan rusak suasana yang syahdu tersebut dengan bau badan yang menyengat atau pakaian yang acak-acakan.
3. Bersiwak / Menggosok gigi.
Ini bertujuan supaya mulut kita tidak berbau sewaktu melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an
4. Memilih tempat yang bersih
Hal ini kan membantu kita untuk khusyu’ dan tenang ketika membaca al-Qur’an. Akan sangat beda terasa kalau kita membaca al-Qur’an sedangkan keadaan disekitar kita tidak bersih atau berantakan.
5. Membaca isti’azhah dan basmalah. Allah SWT berfirman:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ [4]
“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”
Dan setiap amalan tidak diawali dengan bismillah maka akan terputus keberkahan dan pahalanya.
6. Membaca dalam keadaan duduk dan menghadap qiblat
           


SEDANGKAN DIANTARA ADAB BATHIN
SEWAKTU BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN ADALAH

1. Mentadabburi ayat demi ayat firman Allah tersebut
Termasuk hak dari Al Qur’an adalah dibaca dengan penuh ketundukan dan ketenagan. Dan membuka hati untuk mentadabburi maknanya. Dengannya akan terbukalah dada dan bersinarlah hati. Juga disunahkan untuk menangis,khusyu’ ketika membacanya,inilah kondisi orang-orang shaleh.

Allah berfirman:
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا ءَايَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ [5]
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.”
Dan Allah juga berfirman:
قُلْ ءَامِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُواإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا. وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا. وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا[6]
Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,Dan mereka berkata: "Maha suci Tuhan Kami, Sesungguhnya janji Tuhan Kami pasti dipenuhi".Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.

2. Mengagungkan dan memuliakan.
 Yang kita agungkan dan muliakan adalah kalam Allh tersebut. Bukan sipembaca Al-Qur’an yang melantunkan suara dengan merdu.

3. Membenarkan dan meyakini.
 Seluruh berita-berita yang Allah sampaikan lewat firmannya kita yakini,tanpa ada sedikitpun keraguan. Walaupun menurut kemampuan akal kita yang terbatas sesuatu yang disampaikan didalam Al-Qur’an tersebut tidak bisa dicerna. Karena akal harus mengikut agama,bukan agama yang ikut akal.
4.Terkesan dan memiliki pengaruh ke dalam hati
Setiap membaca firman Allah tentang masalah sorga,maka bayangkan seolah-olah anda sedang berada didalamnya,sehingga bertambah kerinduan untuk masuk kedalamnya. Sewaktu membaca ayat-ayat mengenai neraka,terbayang akan kengeriannya,sehingga selalu bermohon kepada Allah agar terhindar dari azab neraka. Begitu pulalah untuk tema-tema yang lainnya.

5. Niat mengamalkan dan menyampaikan kepada orang lain
Inilah poin yang terpenting dalam kita berinterksi dengan Al-Qur’an. Dia diturunkan Allah buat kita supaya dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah sebagai uswah dan qudwah kita telah mencotohkan hal yang demikian, sehingga ummul mukminin ‘Aisyah Radhiallahu anha ketika ditanya tentang akhlaq dan prilaku Rasulullah maka beliau menjawab bahwa akhlaq dan prilaku Rasulullah adalah Al-Qur’an.





Komentar