Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Khazanah Islam Tentang Belajar Dari Kegigihan Ibnu Hajar Dalam Menuntut Ilmu

Gigih dalam Mencari Ilmu
Ibnu Hajar tumbuh dan besar sebagai anak yatim, ayah beliau meninggal ketika ia berumur 4 tahun dan ibunya meninggal ketika ia masih balita. Ayah beliau meninggal pada bulan rajab 777 H. Setelah berhaji dan mengunjungi Baitulmaqdis dan tinggal di dua tempat tersebut. Waktu itu Ibnu Hajar ikut bersama ayahnya. Setelah ayahnya meninggal beliau ikut dan diasuh oleh Az-Zaki Al-Kharubi (kakak tertua ibnu Hajar) sampai sang pengasuh meninggal. Hal itu karena sebelum meninggal, sang ayah berwasiat kepada anak tertuanya yaitu saudagar kaya bernama Abu Bakar Muhammad bin Ali bin Ahmad Al-Kharubi (wafat tahun 787 H.) untuk menanggung dan membantu adik-adiknya. Begitu juga sang ayah berwasiat kepada syaikh Syamsuddin Ibnu Al-Qaththan (wafat tahun 813 H.) karena kedekatannya dengan Ibnu Hajar kecil.
Ibnu Hajar tumbuh dan besar sebagai anak yatim piatu yang menjaga iffah (menjaga diri dari dosa), sangat berhati-hati, dan mandiri dibawah kepengasuhan kedua orang tersebut. Zaa…

Kunjungan Silaturrahmi Dan Pemberian Tausiyah Oleh Syech Abdullah Dari Pakistan

Gambar
Jum'at 14 September 2018

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah pada hari jum'at yang berkah ini PP Tahfizul Qur'an Syech Ahmad Chatib didatangi oleh salah Seorang Syech dari Pakistan. Nama Beliau Syech Abdullah. Syech Abdullah berkunjung ke PP Tahfizul Qur'an Syech Ahmad Chatib dalam rangka bersilaturrahmi. Namun disamping kunjungan beliau untuk bersilaturrahmi, beliau juga menyempatkan diri untuk memberikan beberapa Tausiyah kepada para Santri PP Tahfizul Qur'an Syech Ahmad Chatib.

Tausyiah ini dilaksanakan di Mesjid Pesantren dengan jadwal ba'da shalat Isya dan dihadiri oleh seluruh Santri PP Tahfizul Qur'an Syech Ahmad Chatib. Tausiyah yang disampaikan oleh beliau pada kesempatan ini yaitu tentang Keutamaan Menuntut Ilmu Dan Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dan Dijaga Oleh Penuntut Ilmu Tersebut. Tausiyah ini disampaikan oleh Syech Abdullah sebagai salah satu motivasi bagi para santri dalam menuntut ilmunya di PP Tahfizul Qur'an ini.

Semoga ilmu dan…

Kegiatan Tasmi'an Al-Qur'an Pada Awal Tahun Baru 1440 H

Gambar
Selasa, 11 September 2018

Bismillahirrahmanirrahim.

Untuk mengawali tahun baru Hijriah pada tahun 1440 H ini, PP Tahfizul Qur'an mengisinya dengan kegiatan Tasmia'an (murajaah) atau pengulangan hafalan Al-Qur'an. Kegiatan tasmi'an ini dilakukan di Mesjid Pesantren mulai dari pagi ba'da Subuh. Tasmi'an ini wajib diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an Syech Ahmad Chatib. Kegaitan tasmi'an ini dilakukan agar hafalan yang telah dihafal oleh santri tidak lupa ataupun ragu-ragu dalam pengulangannya.
Namun tidak menutup kemungkinan juga bahwasanya yang melakukan hafalan tersebut dilakukan oleh para santri saja. Asatidz yang berada di dalam lingkup pesantren juga diwajibkan mengikuti kegiatan ini. Harapannya agar asatidz dapat menjadi dan memberikan contoh suri tauladan yang baik juga bagi para santri dalam memotivasi hafalannya.
Kegiatan ini dilakukan dengan harapan semoga hafalan para santri dan asatidz yang berada di lingkungan pesantr…

Sebab, Tujuan dan Hikmah Dibalik Bencana dalam Satu Ayat

khazanahalquran.com – Hari-hari ini kita melihat fenomena bencana yang datang silih berganti. Berita tentang gempa, banjir, topan, badai semakin sering muncul di layar televisi. Sebenarnya apa yang terjadi? Dan bagaimana pandangan Al-Qur’an tentang hal ini? Kali ini kita akan merenungkan ayat yang bisa membuka mata kita tentang sebab, hikmah dan tujuan dari sebuah bencana. Bencana itu terbagi menjadi dua. Ada yang memang ujian dari Allah, ada yang terjadi karena ulah tangan kita sendiri. Mari renungkan ayat berikut ini : ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut.. Apa penyebabnya? Salah satu penyebabnya adalah karena ulah tangan kita sendiri. Seperti adanya banjir karena ketamakan manusia sehingga hutan-hutan menjadi gundul. بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ disebabkan karena perbuatan tangan manusia… Apa hikmah dibalik semua ini?

Suci Hati Dekat pada Ilahi

Umat Islam adalah umat yang suci dalam bidang apapun. Dalam bidang ibadah, aqidah, maupun muamalah. Rasulullah SAW memberi contoh kita, umat akhir zaman, untuk menjaga kesucian. Kesucian yang harus dijaga, baik diri maupun hati karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Sering terdengar kalimat itu muncul dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat tersebut dominan dengan kebersihan pada tempat maupun pakaian yang kita kenakan. Tetapi sebenarnya kalimat itu mengandung arti lain. Kebersihan di sini bukan berarti hanya kebersihan tempat maupun kebersihan pakaian yang di kenakan ataupun kondisi tubuh. Kalimat “kebersihan sebagian dari iman” pada kata ‘kebersihan’ ternyata juga harus memperhatikan kebersihan pada hati. Hati merupakan landasan dalam tingkah laku sehari-hari. Menjaga kebersihan hati agar tidak salah dalam bersikap kepada siapa pun. Jika hati yang bersih terkena satu titik noda tapi noda itu tidak cepat dibersihkan, maka noda akan semakin banyak dan akan susah untuk menghilangka…

Pelaksanaan Akreditasi SMA Tahfizul Qur'an Syech Ahmad Chatib AL-Minagkabawi

Gambar
27-28, Agustus 2018
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah pada hari Senin dan Selasa telah kita laksanakan salah satu  pengakuan dan penilaian terhadap suatu lembaga pendidikan tentang kelayakan dan kinerja suatu lembaga pendidikan yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah Nasional (BASNAS)/ Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) yang kemudian hasilnya berbentuk pengakuan peringkat kelayakan. Akreditasi ini dilakukan dengan membandingkan keadaan sekolah yang sebenarnya dengan kriteria standar yang telah ditetapkan. Sekolah akan mendapatkan status “terakreditasi” jika keadaan sekolah yang sebenarnya telah memenuhi kriteria standar yang telah ditetapkan. Sebaliknya, sekolah tidak dapat “terakreditasi” jika keadaan sekolah yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria standar yang telah ditetapkan
Berdasarkan Keputusan Menteri pendidikan Nasional Nomor 087/U/2002, akreditasi sekolah mempunyai tujuan, yaitu memperolah gambaran kinerja sekolah sebagai alat pembinaan, pengembangan…