Rutinitas Tasmi'an Hafalan Al-Qur'an Santri

Minggu,01 September  2019

Bismillahirrahmanirrahim


Tasmi'an yang selalu menjadi rutinitas santri dalam menghafal Al-Qur'an ini tidak pernah sekalipun mereka malas dan bosan dalam melakukannya. Tasmi'an ini selalu mereka lakukan agar hafalan yang mereka miliki tidak lupa dan senantiasa bertambah. Alhamdulillah atas usaha dan iktiyar santri dalam menghafal Al-Qur'an, dengan izin Allah usaha ini selalu memberikan hasil yang maksimal untuk tahapan menjadi seorang Hafizh Al-Qur'an bagi santri Pesantren Tahfizhul Qur'an Syech Ahmad Chatib ini. Tasmian ini dilakukan di Mesjid Pesantren sesudah para santri melakukan shalat berjamaah. Tasmian ini bertujuan juga sebagai salah satu motivasi bagi santri yang lainnya, agar semangat mereka dalam menghafal Al-Qur'an tidak pernah pudar. Menghafal Al-Qur'an akan menjadi salah satu landasan mudahnya para santri dalam memahami pelajaran. Semoga dengan adanya motivasi tasmian dari dua orang santri  ini akan selalu menjadi estafel meraka bersama dalam menghafal Al-Qur'an.

Faidah tasmi’ diantaranya:

1. Santri akan bertambah giat dan semangat jika memiliki seorang pengawas. Setiapkali teringat bahwa mereka harus memperdengarkan hafalan kepada Ustadz, maka mereka akan bertambah giat untuk menghafal, bahkan mereka akan berusaha untuk mengulang-ulang hafalan supaya tidak melakukan kesalahan ketika memperdengarkannya.

2. Tasmi’ kepada orang lain merupakan salah satu sebab yang menumbuhkan ketekunan untuk senantiasa menghafal. Apalagi jika orang yang mendengarkan hafalan adalah seorang yang hafal dan mencintai Al-Quran, maka ia akan senantiasa memberi semangat apabila sedang merasa malas dan menguatkan mereka ketika sedang lemah dengan izin Allah.

3. Perbaikilah kesalahan-kesalahan sedari awal. Hal ini sangat memungkinkan untuk memperdengarkan hafalan pada diri sendiri. Benar, ini adalah urusan mudah. Akan tetapi mungkin salah dalam menghafal satu ayat, sedangkan kita terus mengulang-ulangnya dengan gembira seolah sudah benar menghafalnya. Hingga pada suatu hari, ketika membaca ayat tersebut di depan salah seorang teman, tiba-tiba teman tersenyum sambil membetulkan hafalan.

4. Santri tidak akan lupa pada salah satu kata yang ia melakukan kesalahan disana. Ketika melakukan tasmi’, kesalahan yang dibetulkan oleh Ustadz akan benar-benar terekam dalam pikiran. Maka setiapkali lewat pada ayat tersebut, santri tidak akan lupa.

5. Ketika santri melakukan kesalahan sekali atau dua kali, maka ia akan bersungguh-sungguh pada kali berikutnya agar tidak terjatuh dalam kesalahan yang sama seperti sebelumnya. Santri akan semakin berhati-hati dan konsentrasi kedepannya.


6. Dengan menunjukkan semangat dan giat menghafal Al-Quran, maka santri sudah menjadi seorang penyeru kepada Al-Quran dengan perbuatan dan keadaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROPOSAL BANTUAN UNTUK PEMBANGUNAN LANJUTAN ASRAMA SANTRI

2 Orang Santri Ma'had Tahfizul Qur'an Syech Ahmad Chatib Lolos Babak Final Pada Kegiatan MTQ Tingkar SUMBAR